Scumbag's




✿ TWITTER 1
✹ TWITTER 2
✖ TUMBLR
+
+
ON 9/11/2012 AT 8:47 PM
Aku tahu aku bodoh. Bersumpah akan sesuatu, lalu berubah 180 derajat, melawan seluruh isi sumpahku. Aku tahu, aku munafik.
Aku hanya bisa menatap layar dan menyunggingkan senyum. Kadang, air mata ikut mengalir. Hanya sedikit, tapi aku menyembunyikannya darimu. Dengan senyum lebar yang dapat menyembunyikan apapun.
Aku selalu menunggu, menunggu bagaikan imbisil. Pikiranku mengatakan kalau aku harus kembali ke realita, tapi hati kecilku mengatakan kalau kau akan datang.
Aku bisa menangis. Menangis menyesali kebohongan yang kuungkapan. Menyesali kata-kata tajam yang keluar dari mulutku. Menyesali sumpah yang kukeluarkan di saat yang lalu. Menyesali bantahan bodoh itu.

Dan sekarang aku hanya bisa menatap belakangmu. Mengharapkan kalau perasaanmu nyata. Dahulu kuharapkan itu semua semu. Tapi...

Entahlah. Toh, sepertinya kau tidak akan pernah benar-benar melakukannya. Tidak akan. Sedangkan aku hanya menusuk hatiku, meratapi darah yang menetes sedikit demi sedikit.

Mungkin satu-satunya yang menjadi saksi perasaan kita hanyalah langit malam. Ya, dia saksiku saat aku menangisimu. Dan kau harus tahu. Kalau aku, sungguh, mencintaimu dan tidak mau melihatmu berbalik dariku.

Terima kasih atas semuanya. Atas tawa kita. Atas keterbukaan kita. Atas apapun di antara kita. Kuharap bumi tidak berputar agar kita bisa terus seperti dulu.

Labels: , ,


0 CHEONSA